Sunday, 6 January 2019

Essay Tentang Asrama


Asrama Sebagai Media Berkembangnya
Pola Pikir Mahasiswa
Oleh: Irsyad Imane Jiddan

Pengertian asrama menurut Wikipedia adalah tempat penginapan yang ditujukan untuk anggota suatu kelompok, umumnya murid-murid sekolah.
Asrama biasanya merupakan sebuah bangunan dengan kamar-kamar yang dapat di tempati oleh beberapa penghuni di setiap kamarnya. Para penghuninya menginap di asrama untuk jangka waktu yang lebih lama dari pada di hotel atau losmen.
Dalam perkembangannya, asrama saat ini cukup diminati oleh mahasiswa yang berkeinginan untuk mempunyai tempat tinggal selama melaksanakan kuliah, namun dengan harga yang cukup terjangkau. Karena cukup diminati, banyak asrama yang menawarkan fasilitas-fasilitas yang menjadi keunggulan mereka, baik dalam segi pelayanan ,kenyamanan ataupun keamanan.
Dalam mengantisipasi lonjakan peminat, biasanya pihak asrama memiliki tata tertib tersendiri yang wajib dipenuhi oleh setiap penghuninya. Isi tata tertib ini, bisa saja berbeda disetiap asrama, tergantung dari visi misi dan siapa yang membuat tata tertib di asrama tersebut, namun biasanya isi tata tertib ini, tidak terlalu berbeda jauh. Biasanya, isi tata tertib tersebut mengintruksikan mahasiswa untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kedisplinan dan rasa tanggungjawab. Secara tidak langsung, mau tidak mau, penghuni asrama harus mau menaati tata tertib yang berlaku.
Dari sekian banyak mahasiswa baru yang memilih bertempat tinggal di asrama, tidak sedikit dari mereka merasa bahwa pribadinya kurang sesuai dengan tata tertib yang berlaku di masing-masing asrama.
Ada yang marasa, resah, bingung, takut, bahkan stress. Hal ini bisa disebabkan karena pola pikir mahasiswa pada saat itu bisa dikatakan masih labil, sehingga mudah terpengaruh oleh opini-opini negatif disekitar lingkungan interaksinya.
Tanpa disadari, situasi seperti ini, bisa membantu mahasiswa dalam melakukan perkembangan pola pikir. Situasi seperti ini memungkinkan  mahasiswa tergerak untuk mencari cara dan pola yang tepat dalam menanggulangi masalah dan mencari cara agar dapat bertahan dan keluar dari zona nyaman.
Karena pada dasarnya zona nyaman hanya akan membuat pola pikir mahasiswa dalam pemecahan masalah menjadi tersendat. Hal ini disebabkan karena mahasiswa hanya akan memikirkan bagaimana caranya bertahan dalam kenyamanan saja, sehingga membuat mahasiswa lupa tentang analogi dari sebuah roda yang berputar.
Asrama memungkinkan mahasiswa akan terdorong untuk mengembangkan pola pikirnya dan mulai meninggalkan opini-opini negatif yang ada di lingkungan interaksinya.
Tata tertib yang dibuat oleh pihak asrama dengan mengacu pada nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab pun bukan ditujukan untuk menjerumuskan mahasiswa kedalam ketidaknyaman, melainkan untuk membantu mahasiswa belajar bagaimana caranya mengembangkan pola pikir.
Selain itu, asrama juga bisa berguna sebagai media berbagi pengalaman dan ilmu. Layaknya sekolah atau kampus.
Di asrama, mahasiswa sebagai penghuni baru akan dibimbing oleh para pembimbing, seperti kakak tingkat (kating), guru pembimbing, guru besar, sesepuh dan lain-lain. Mereka biasanya mulai melakukan bimbingan dari hal terkecil, seperti etika. Selain etika, pembimbing juga akan membimbing penghuni baru dalam kehidupan beragama, seperti ibadah dan cara meningkatkan ketaqwaan.
            Jadi, bagi para mahasiswa yang sedang atau sudah pernah merasakan tinggal dan berkehidupan di asrama, bersyukurlah karena anda akan mempunyai banyak pengalaman yang berharga dan tidak akan terlupakan, baik itu pengalaman suka maupun duka. Karena pengalaman adalah guru yang terbaik. Tanpa pengalaman, kita tidak akan mempunyai cerminan dalam diri kita untuk bisa merubah pola pikir kita untuk membuat hidup kita lebih baik lagi.







No comments:

Post a Comment