Asrama
Sebagai Media Berkembangnya
Pola
Pikir Mahasiswa
Oleh: Irsyad Imane Jiddan
Pengertian asrama menurut Wikipedia adalah tempat penginapan yang
ditujukan untuk anggota suatu kelompok, umumnya murid-murid sekolah.
Asrama biasanya merupakan sebuah bangunan dengan
kamar-kamar yang dapat di tempati oleh beberapa penghuni di setiap kamarnya.
Para penghuninya menginap di asrama untuk jangka waktu yang lebih lama dari pada
di hotel atau losmen.
Dalam perkembangannya, asrama saat ini cukup diminati oleh mahasiswa
yang berkeinginan untuk mempunyai tempat tinggal selama melaksanakan kuliah,
namun dengan harga yang cukup terjangkau. Karena cukup diminati, banyak asrama
yang menawarkan fasilitas-fasilitas yang menjadi keunggulan mereka, baik dalam
segi pelayanan ,kenyamanan ataupun keamanan.
Dalam mengantisipasi lonjakan peminat, biasanya pihak asrama
memiliki tata tertib tersendiri yang wajib dipenuhi oleh setiap penghuninya.
Isi tata tertib ini, bisa saja berbeda disetiap asrama, tergantung dari visi misi
dan siapa yang membuat tata tertib di asrama tersebut, namun biasanya isi tata
tertib ini, tidak terlalu berbeda jauh. Biasanya, isi tata tertib tersebut
mengintruksikan mahasiswa untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kedisplinan dan
rasa tanggungjawab. Secara tidak langsung, mau tidak mau, penghuni asrama harus
mau menaati tata tertib yang berlaku.
Dari sekian banyak mahasiswa baru yang memilih bertempat tinggal di
asrama, tidak sedikit dari mereka merasa bahwa pribadinya kurang sesuai dengan
tata tertib yang berlaku di masing-masing asrama.
Ada yang marasa, resah, bingung, takut, bahkan stress. Hal ini bisa
disebabkan karena pola pikir mahasiswa pada saat itu bisa dikatakan masih
labil, sehingga mudah terpengaruh oleh opini-opini negatif disekitar lingkungan
interaksinya.
Tanpa disadari, situasi seperti ini, bisa membantu mahasiswa dalam
melakukan perkembangan pola pikir. Situasi seperti ini memungkinkan mahasiswa tergerak untuk mencari cara dan
pola yang tepat dalam menanggulangi masalah dan mencari cara agar dapat
bertahan dan keluar dari zona nyaman.
Karena pada dasarnya zona nyaman hanya akan membuat pola pikir
mahasiswa dalam pemecahan masalah menjadi tersendat. Hal ini disebabkan karena mahasiswa
hanya akan memikirkan bagaimana caranya bertahan dalam kenyamanan saja,
sehingga membuat mahasiswa lupa tentang analogi dari sebuah roda yang berputar.
Asrama memungkinkan mahasiswa akan terdorong untuk mengembangkan
pola pikirnya dan mulai meninggalkan opini-opini negatif yang ada di lingkungan
interaksinya.
Tata tertib yang dibuat oleh pihak asrama dengan mengacu pada
nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab pun bukan ditujukan untuk
menjerumuskan mahasiswa kedalam ketidaknyaman, melainkan untuk membantu
mahasiswa belajar bagaimana caranya mengembangkan pola pikir.
Selain itu, asrama juga bisa berguna sebagai media berbagi
pengalaman dan ilmu. Layaknya sekolah atau kampus.
Di asrama, mahasiswa sebagai penghuni baru akan dibimbing oleh para
pembimbing, seperti kakak tingkat (kating), guru pembimbing, guru besar,
sesepuh dan lain-lain. Mereka biasanya mulai melakukan bimbingan dari hal
terkecil, seperti etika. Selain etika, pembimbing juga akan membimbing penghuni
baru dalam kehidupan beragama, seperti ibadah dan cara meningkatkan ketaqwaan.
Jadi,
bagi para mahasiswa yang sedang atau sudah pernah merasakan tinggal dan berkehidupan
di asrama, bersyukurlah karena anda akan mempunyai banyak pengalaman yang
berharga dan tidak akan terlupakan, baik itu pengalaman suka maupun duka.
Karena pengalaman adalah guru yang terbaik. Tanpa pengalaman, kita tidak akan
mempunyai cerminan dalam diri kita untuk bisa merubah pola pikir kita untuk
membuat hidup kita lebih baik lagi.
No comments:
Post a Comment